Skip to main content

Tersebarnya Berita soal Amien Rais

Ustadz M. Thalib

Tersebarnya berita soal Amien Rais bermula dari pidato M Thalib dari Majelis Mujahidin dalam acara deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) DKI Jakarta di Masjid Al-Barkah As-Syafiiyah Tebet Jakarta Selatan, Ahad 25/10 2015.
Di hadapan jamaah, dia (M Thalib, red nm) juga menyebut tiga nama tokoh Indonesia yang telah berbaiat kepada Khomeini pada tahun1981. Satu orang adalah teman ustadz Thalib dan dua orang merupakan guru bahasa Arabnya. Demikian arrahmah.com memberitakan.
Tiga orang yang telah berbaiat kepada Khomeini itu adalah Husen Al-Habsyi (Yapi Bangil Jawa Timur), Amien Rais (Jogjakarta), dan Abdullah bin Nuh (Bogor, penulis kamus Arab-Indonesia), tulis nahimunkar.com.
Selanjutnya di media sosial fp ada kutipan yang memberikan gambaran, ditulis sebagai berikut:
Pelajar Indonesia di Iran pernah mewawancarai Amien Rais di Iran 2007.
Cuplikannya:
Pewawancara: Ada sebuah fenomena, yaitu di satu sisi, terutama bagi teman-teman di sini, meskipun kita ingin membangun bangsa, tapi di sisi yang lain muncul banyak kecurigaan dari beberapa pihak yang memang tidak menghendaki kehadiran Syiah di Indonesia. Menurut anda, apakah memang pemikiran Syiah tidak menguntungkan bagi bangsa?
Amien Rais:….
Jadi anda jangan takut dituduh syiah dan lain-lain; karena menurut saya suni dan syi’i adalah madzhab-madzhab yang legitimate dan sah saja dalam Islam. Al Azhar juga dilahirkan oleh dinasti Fatimi yang juga Syiah. Jadi ngga usah lah kita saling tidak percaya.
infosyiah.wordpress.com
Lalu ada komentar dari pembaca, di antaranya ini:
Jessica Savitri Devi Kebetulan keluarga saya dekat dengan beliau , dan mengetahui keseharian beliau , jadi saya rasa pernyataan itu politis sifatnya ..
Beliau puasa Daud sudah puluhan tahun , sholat 5 waktu , berhaji , berpuasa , sama dgn ahlussunnah ..
Demikian penjelasan saya , ustadz ..
Kemudian ada jawaban untuk Jessica Savitri Devi , semoga dg munculnya berita ini, beliau berkenan menarik/ mencabut ucapan, pandangan, dan pendapatnya yang tampak kurang jeli terhadap bahaya, kesesatan, kesadisan syiah serta permusuhandandendam syiah terhadap Islam. harapan dicabutnya kekeliruan beliau itu masih ada, karena beliau juga pernah diberitakan, kutipannya sebagai berikut: Kiyai-Kiyai NU yang menggulkan asas tunggal pancasila itu di antaranya dipimpin Kiyai Haji Ahmad Siddiq (mendiang yang dulunya suka musik rock barat, satu kebiasaan yang jauh dari adab orang alim Islam, yang kitab-kitabnya menyebut sankres alias musik itu haram). Kemudian “jasanya” itu dibawa mati.
Dan mereka yang masih hidup, mereka tidak merasa malu apalagi minta maaf kepada umat ketika Umat Islam bersyukur dan merasa lega saat asas tunggal pancasila itu ditendang oleh MPR dalam sidangnya 1998, setelah pemerintahan Soeharto jatuh, dan pemerintahan diserahkan kepada wakilnya, Prof Ir Baharuddin Jusuf Habibie. Sikap para Kiyai itu kalau diperbandingkan, masih agak mending Amien Rais (Ketua MPR) yang walaupun tanpa menyandang gelar Kiyai namun secara jantan dia meminta maaf kepada bangsa Indonesia atas “ijtihad politiknya” (menurut istilah dia) yang salah ketika dulunya memprakarsai untuk memilih Gus Dur/ Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden yang ternyata setelah dijalani, kepemimpinan Gus Dur menurut Amien Rais menyebabkan Amien minta maaf kepada bangsa atas salah pilihnya itu. Hingga Amien Rais pun tampak bertanggung jawab terhadap bangsa Indonesia untuk berupaya bagaimana agar Gus Dur turun dari jabatan presiden. Sekalipun sikap Amien Rais itu jelas sikap politik, namun di situ tampak terus terang mengaku bahkan minta maaf atas kesalahannya, dan pula mau berusaha untuk menambal kesalahannya.
[Dikutip dari Buku “Bila Kyai Dipertuhankan, Membedah Sikap Beragama NU “, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2001].https://www.nahimunkar.com/kiyai-itu-apa/
Dari kasus ini, ANNAS dan para pegiat yang selama ini berjuang menghadapi bahaya kesesatan syiah, dengan adanya berita yang telah tersebar itu sebaiknya tidak menyia-nyiakan moment ini. Apalagi seperti sikap beliau yang ternyata pernah berani minta maaf kepada bangsa ini atas kekeliruan yang beliau sadari, pernah beliau lakukan, dan disertai upaya serius pula. Dan itu jarang sekali terjadi di negeri ini.
Semoga beliu hanya karena terpleset dan kemudian berkenan untuk berfikir ulang dan membuang pandangan usangnya. Kalau tidak, maka akan jatuh ke kubangan tragis, ibarat mengiyakan saja, mau Jawa ini (dulu itu) tetap kerajaan Majapahit atau ganti Kesultanan Demak ya sama saja. Betapa naifnya, kalau begitu cara berfikirnya.
(nahimunkar.com)

Popular posts from this blog

Google Dork,

Bebrapa waktu lalu kami sudah menyajikan bagaimana cara mudah mencari backlink dengan google Dork, antara lain :

Selanjutnya kami akan sajikan Kumpulan Backlink Gratis Google Dork  | Seo Footprints, Pada arikel ini tidak akan menyajikan sobat List Link Backlink Gratis , tapi saya akan memberikan sobat salah satu Rahasia para Pemburu Backlink untuk mendapat Backlink dofollow dengan mudah dan ini sudah menjadi rahasia mereka yang sangat Takut di ketahui umum, khususnya para SEOEr .

Seperti biasa bagi sobat penggemar Setia Kumpulan Cara yang penuh dengan kumpulan cara Gratisan, maka kembali memberikan Sobat rahasianya dan sekarang sudah bukan rahasia lagi.

Cara Dapat Backlink dengan Google Dork

Pertama

sobat Silahkan menuju mesin pencari kesayangan Yakni google



Kedua

·         Aktifkan dulu Seoquake browser anda,cara pasangnya baca dimari Cara Pasang | install | Menggunakan SEOquake

·         Manfaatnya untuk mencari Situs yang PR 1 ke atas saja, karena PR 0 dan N/A kurang begitu mantap…

10 Pertanyaan tentang Peringatan Asyura yang Bikin Syiah Bungkam

Dua di antara ritual syiah adalah mengadakan majelis duka (azadari) dan melukai diri (tathbir) pada hari asyura dengan dalih mengenang terbunuhnya Husein bin Ali radhiyallahu ‘anhu. Namun, syiah tak mampu menjawab 10 pertanyaan seputar kedua ritual tersebut: Jika duka mengenang kematian adalah ritual yang baik, mengapa Husein tidak memperingati wafatnya Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu dengan majelis duka padahal ia hidup selama 21 tahun sepeninggal sang ayah?Mengapa pula anak-anak Ali bin Abu Thalib lainnya dan juga keturunannya tidak mengenang wafatnya Ali dengan majelis duka tiap tahun?Ali bin Abu Thalib juga wafat terbunuh. Jika tathbir adalah ritual yang baik, mengapa pula Husein tidak melukai dirinya sendiri demi mengenang duka atas wafatnya Ali?Mengapa pula anak-anak Ali bin Abu Thalib lainnya dan juga keturunannya tidak mengenang wafatnya Ali dengan tathbir tiap tahun?Kalaupun majelis duka tahunan khusus untuk wafatnya Husein, mengapa anak keturunan Husein tidak menggelar…

Mata Imam Syiah Terbelalak Ketika Putrinya Diminta Untuk Dimut’ah

Bukan sebuah hal yang aneh jika para imam-imam syi’ah berada di peringkat pertama untuk memberikan semangat agar para pengikuti mereka melakukan nikah mut’ah dengan para wanita sewaan. Bukan hanya itu, bahkan mereka juga berada di peringkat pertama sebagai pendeta pelaku mut’ah. Hal ini tidak ragu lagi, anak kecil berumur 7 tahun pun sudah digauli oleh imam besar syi’ah Khumaini walau dia hanya melakukan tafkhidz (menggesek-gesekkan farji di antara kedua paha perempuan). Silahkan baca kisahnya disini.
Namun bagaimana reaksi para imam syi’ah jika ada orang syi’ah yang ingin melakukan nikah mut’ah dengan putri imam-imam syi’ah ? Apakah mereka ridha ataukah tidak ? Fitrah mereka tentu akan mengatakan “tidak”. Karena siapa yang ridha jika anaknya disewa dalam jangka 1 jam atau 1 hari, atau 1 minggu saja, dan diberi upah karena telah menyewakan kemaluan untuk lelaki berhidung belang.
Sayyid Husain Al-Musawi[1] bercerita mengenai imam Al-Khu’i:
جلست مرة عند الإمام الخوئي في مكتبه، فدخل علين…